Monday, October 31, 2005

Catatan Akhir Ramadhan....

Catatan Akhir Ramadhan....
Image hosted by Photobucket.comYa Allah, betapa kami tak bisa berbuat lebih banyak di ramadhan ini. Betapa kami hanya mampu untuk mereguk nikmat, mereguk senang, tanpa bisa sedikit pun berikan yang terbaik untukMu. Di bulan ini kami lebih banyak meminta ketimbang mengerjakan seruanMu. Ramadhan bagi sebagian dari kami, tak ubahnya sebuah pesta. Ramadhan bagi segolongan dari kami, sekadar ekstravaganza ibadah. Nyaris hanya secuil yang bisa kami maknai kemuliaannya.
Ya Allah, kami ingin mengadu kepadaMu. Meski kami malu karena selalu memalingkan wajah dari perintahMu. Kami mencoba meng-hempaskan beban yang kami derita. Kami ber-upaya untuk membuang semua penat di jiwa kami. Di akhir ramadhan ini kami cuma bisa mengeluh. Bahkan adakalanya keluhan itu bersumber dari kebodohan kami yang buta atas titahMu. Sepertinya kami tak pantas berbagi dengan-Mu. Terlalu banyak persoalan yang sebenarnya bersumber dari kesombongan kami, kejahilan kami, dan dari bebalnya kami.

Ya Allah, ijinkan kami untuk bersimpuh di hadapan-Mu. Melunturkan dosa dan memu-darkan penyakit yang berkarat di hati. Meski kami malu membeberkan luka-luka ini. Karena luka yang kami miliki, juga akibat kami tak mampu memenuhi syariatMu. Kami merasa berada di dalam sebuah lorong yang gelap, dingin, sepi dan sunyi. Hati kami terasa kering, meski setiap hari dibasuh dengan kalimat-kalimatMu yang sejuk. Jiwa kami berdebu, meski setiap detik disapu firmanMu. Ramadhan bagi kami, ternyata hanya menyisakan luka, perih, dan sepi.

Sebagian dari kami tak bisa memanfaatkan kesempatan di bulan suci ini. Kami lebih suka menjadikannya sebagai sarana memupuk popularitas dan kekayaan. Kami pilu, ketika sebagian dari kami, umat Nabi Muhammad saw. ini, lebih menikmati ramadhan dengan gemerlap di layar kaca.

Mereka menutupi wajahnya dengan topeng. Bahkan berani menipu kami. Memen-jarakan kami ke ruang gelap sebuah kenistaan. Itu sebabnya, hari-hari kami sepanjang ramadhan ini, lebih banyak dihabiskan untuk menemani mereka di layar kaca membawakan program-program spesial ramadhan yang dikemas amat menghibur.

Di akhir ramadhan ini, luluskanlah permintaan kami untuk menyampaikan sesuatu, meski apa yang akan kami sampaikan Engkau pasti sudah mengetahuinya. Kami mencoba meraih sisa-sisa kekuatan kami yang nyaris musnah ditelan kesombongan kami.

Akhir ramadhan yang membosankan kami. Mungkin sebagian dari kami merasa memiliki sesuatu yang berharga untuk menjadi bekal setelah ramadhan. Tapi sebagian lagi dari kami, hanya membawa beban di akhir ramadhan ini.

Engkau pasti tahu, bahwa sebagian besar dari kami selalu tidak ajeg untuk meniti hidup pasca ramadhan. Ramadhan ternyata tidak membuahkan takwa, ramadhan hanya berlalu dan diisi dengan kekosongan.

Ya Allah, pertengahan Ramadhan ini, beberapa selebritis di negeri ini protes kepada sebagian dari kami yang mencoba mengingatkan mereka. Mereka tak rela kehidupannya diusik. Mereka marah besar atas imbauan sebagian dari kami yang menyebutkan mereka cuma islam sesaat. Ya, di bulan raamdhan ini..

Mungkin mereka malu. Bahwa selama ini aktivitasnya memang membuat noda di ramadhan. Tapi kami yakin, sebagian besar dari kami kini sudah cukup merasa paham untuk bersikap. Namun, hal ini tetap menyisakan perih dan pilu di hati kami. Betapa, mereka sudah banyak yang tidak peduli dengan seruanMu. Kami juga mohon maaf, karana hanya bisa mengeluh di hadapan-Mu, tak bisa di depan mereka. Betapa kerdilnya jiwa kami.

Tapi kami masih bisa berharap, bahwa apa yang kami lakukan merupakan wujud peduli kami untuk berbuat yang terbaik. Meski kami yakin banyak sekali kekurangan. Ini juga menjadi catatan akhir ramadhan yang membuat kami harus bekerja lebih giat dan optimal dalam menyebarkan Islam.

Catatan akhir ramadhan yang kurang bagus ini, membuat kami tertantang untuk selalu mengalirkan darah segar untuk perjuangan yang suci ini. Kami mohon ampun kepadaMu, dan berikanlah kekuatan kepada kami untuk terus melaju melawan kedzaliman.



Kami masih terpuruk

Sejak awal ramadhan hingga menjelang akhir ramadhan ini, kami, kaum muslimin, masih terpuruk dan terperangkap dalam penderitaan. Saudara-saudara kami di Palestina mengawal ramadhan ini dengan tetap penuh ketakutan. Sahur dan buka mereka selalu diintai rasa cemas. Bahkan di dalam rumah miliknya pun rasa cemas dan takut itu terus menghantui.

Kami yang tinggal di negeri-negeri yang sedikit aman, mampu makan sahur dan berbuka dengan segala kenikmatan yang ada. Tapi, sau-dara-saudara kami di Palestina berbuka dengan puncratan darah setelah dipukuli begundal-begundal Yahudi di penjara-penjara yang pengap dan gelap.

Sebagian dari kami mungkin sudah kehilangan rasa solidaritas itu, habis dikikis gaya hidup hedonis yang mengakar kuat di negeri kami. Hingga kami tak mampu mendengar rintihan saudara kami di Palestina yang terluka. Bahkan luka itu terlalu dalam untuk mereka miliki.

Di akhir ramadhan ini, saudara kami di Uzbekistan, Kyrgistan, Chechnya, dan wilayah Asia Tengah lainnya merasakan hal yang sama. Jeritan mereka pun tak bisa kami dengar. Terhalangi batas wilayah nasionalisme yang dibuat untuk menelikung kami semua, kaum muslimin.

Sebagian dari kami sudah lupa dengan sabda NabiMu, bahwa kami bersaudara. Bahwa kami saling memiliki rasa dan harapan yang sama. Itu sebabnya, sebagian dari kami lebih memilih untuk tidak melibatkan diri dalam perjuangan, meski hanya menemaninya dengan doa. Betapa kami tak mampu berbuat banyak.

Di akhir ramadhan ini, isu terorisme tidak berhenti berhembus ditujukan kepada kami, kaum muslimin. Hinga membuat sebagian dari kami kewalahan dan akhirnya tidak tahan dengan predikat muslim yang selama ini disandangnya. Kesetiaan kepada Islam dari sebagian kami melepuh berganti alergi luar biasa. Islam ternyata membuat sebagian dari kami tidak merasa aman. Tapi sebaliknya membuat sebagian dari kami resah. Kami menyadari bahwa ini adalah bagian dari sebuah perang peradaban. Perang di mana kami harus lebih cantik lagi untuk melawan. Sekali lagi, barangkali karena kami kurang optimal melawan mereka. Akhirnya, kami tetep terpuruk.

Catatan akhir ramadhan di bidang sosial-ekonomi sangat memprihatinkan. Angka kriminalitas tak surut di bulan ramadhan ini. Setidaknya jika kami lihat di tayangan berita kriminal di hampir seluruh stasiun televisi. Tayangan berdarah-darah seolah sudah akrab di mata kami, hingga membuat tak risih lagi, bahkan menikmati kekerasan tersebut.

Hal yang umum menjelang akhir ramadhan adalah harga-harga sembako yang meroket tajam. Entah siapa yang menyulut, yang pasti ketika penjual melipatgandakan harga, pembeli tidak protes sedikit pun, bahkan dengan polos menyebut, “sudah biasa”.. Atau mungkin merasa tidak efektif untuk berteriak protes. Bisa jadi.

Sebagian dari kami menjelang akhir ramadhan ini lebih asyik di pusat-pusat perbelanjaan ketimbang i'tikaf di masjid-masjid. Sregep berburu untuk memilih baju lebaran dan beragam makanan, ketimbang menjaring lailatul qadar . Jalanan padat, masjid berubah jadi museum. Sepi. Ya, kami masih terpuruk di segala bidang.



Perjuangan kita belum selesai

Sobat muda muslim, selain kita mengukur apa yang telah kita lakukan di bulan pernah berkah, rahmat, dan ampunan ini, juga kita tumpahkan energi peduli kita untuk teman-teman yang masih tetap ‘istiqomah' dalam kemaksiatannya. Nggak jarang kita jumpai, saudara kita yang masih berprinsip “semau gue” dalam berbuat. Malah tetep maksiat meski di bulan suci dan mulia ini. Astaghfirullah.

Kepada mereka, sikap peduli layak kita berikan. Tentu ini sebagai tanda kasih kita kepada mereka. Sebagai tanda cinta kita kepada mereka. Sebab kita adalah saudara seakidah. Bedanya, kita sudah mulai ingin benar dalam hidup ini, teman-teman—yang karena keterbatasan ilmunya—masih betah maksiat.

Kita pantas cemas menyaksikan polah teman-teman yang menjalani puasa hanya sebatas menahan diri dari makan dan minum doang. Sementara, mereka tetep keukeuh pacaran, tetep membuka auratnya, tetep tidak mengontrol mata, telinga, dan hatinya dari perbuatan kotor dan nista. Kita khawatir banget, jangan-jangan, cuma mendapatkan rasa lapar dan haus dari puasanya itu. Rugi deh. Rasulullah saw. bersabda: “Betapa banyak orang yang berpuasa, tapi mereka tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya itu kecuali lapar dan dahaga” (HR Ahmad)

Saat ini, masyarakat kita sepertinya sederhana saja memandang kehidupan ini. Ringan aja menghadapi dinamikanya. Kita sedikit meragukan jika masyarakat ini masih menyimpan rasa peduli akan kebenaran. Sebab, buktinya banyak yang menyepelekan kebenaran. Individu memang banyak yang berbuat salah. Tapi yakinlah, ini akibat dari lingkungan tempat hidupnya. Sudahlah takwa individu carut marut, dan ini jumlahnya banyak, eh, masyarakat secara umum juga udah terbiasa dengan kemaksiatan yang berlangsung dalam kehidupannya. Bahkan celakanya ada yang sampe menganggap bahwa itu emang bagian dari kehidupan sekarang. Individu dan masyarakat yang udah jebol ini makin diperparah dengan kedodorannya negara dalam mengatur rakyat. Karuan aja, makin surem deh kehidupan ini.

Itu sebabnya, meskipun kita gembar-gembor mengkampanyekan untuk melakukan perbaikan individu. Tapi dalam waktu yang bersamaan nggak dibarengi dengan mengubah masyarakat, maka kemungkinan besar akan mengalami kegagalan. Sebab, masalah akan terus berputar di situ. Jadi, mari ubah individu, dengan melakukan perubahan terhadap masyarakat. Jadikan masyarakat ini sebagai masyarakat Islam. Masyarakat yang diatur dalam negara yang menerapkan syariat Islam.

Dengan begitu, kita tak perlu cemas, sedih, dan prihatin lagi menyaksikan kondisi kaum muslimin saat ini. Bukan hanya setiap habis Ramadhan, tetapi sepanjang waktu. Sebab, semuanya udah benar. Tinggal diarahkan aja. Sekarang? Kita harus membenarkan sekaligus mengarahkan. Relatif berat bukan?

Oke deh, moga-moga kita nggak cemas dan prihatin lagi setiap habis Ramadhan gara-gara mikirin kondisi umat ini. Tapi ya, selama kita hidup di bawah sistem kapitalisme seperti sekarang ini, kehidupan senantiasa diliputi rasa cemas, dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk saat seperti ini, setiap habis Ramadhan. Cemas, kalo umat ini akan balik bejat lagi setelah Ramadhan berlalu. Ya, jangankan nanti, saat Ramadhan aja masih banyak yang memamerkan kesombongannya dengan nggak mau taat kepada aturan Allah dan RasulNya.

Semoga kita menjadi hamba-hamba Allah yang mendapat berkah, rahmat, dan ampunan. Dan senantiasa memohon kepada Allah agar kita digolongkan kepada orang-orang yang berjuang demi tegaknya syariat Islam di muka bumi ini. Sekali lagi kita ngingetin, mari ubah individu dengan melakukan perubahan terhadap masyarakat. Setuju kan? Harus Setuju! Keep ukhuwah en tetep semangat !

Tuesday, October 25, 2005

got to catch up

Image hosted by Photobucket.combln romadhon akn hampir meninggalkan kite. lagi 9 hari seblm syawal... byk lagi ana kene habiskan baca quran. masa cuti 1 minggu tk dpt sentuh quran. ana tgk jer quran kat atas almari kecil tuh. bila agak2nyer ana dpt habis khatam. dh masuk lailatu qadar... tapi masih hdp dpn komp. astghfirullah. mcmane rasa nyer malaikat jibrail berjabat slm dgn hamba2Nya. Subhanallah....MasyaAllah... tk dpt diungkap kata2 perasaan gembira sesorg hamba tu. mesti bertuah betul. setiap kali baca quran, ana tau pentingnyer memahami maksud2nyer. tkde gunanyer org tu khatam quran tapi tk menghayati ayat2 suci quran. baca sekadar baca jer.. mcm tkde yg menusuk kalbu nyer. tkde rasa gerun, takot dn sedih ketika baca quran. ade org dh baca quran tpi hatinyer masih penuhi dgn titik hitam & sifat2 mazmumah sbb tk phm ape yg tersirat di dlm quran. jadi ayat2 suci tk pon tersentuh hati mereka.

kt spore ramai hafazan2 quran tapi hanya segelintir ajer yg memahami ape mereka baca. mcmane quran dpt beri syfa'at pd kite.. sdgkan kite tk meniliti akn maksudnyer serta mematuhi laranganyer. ade buat quran sbg hiasan atas almari tau pon tmpt2 display?? tk pon disentuh dn buka quran tu. biarkan berhabuk. skrg org melayu pon tk hormati quran.. kt kedah.. grp black metal. ape dah jadi?? bdk2 remaja liar memijak-pijak kitab suci tu. astghfirullah..smg Allah beri petunjuk pd mereka.

taip2 ni.. trigt satu cite ttg abu bakar r.a menangis tiap kali membaca ak-quran. ana pon cari2.. jumpa jugak
Diriwayatkan olh siti aisyah ra: Semasa Rasulullah sdg sakit, Baginda ber sabda:

"Suruhlah abu bakar supaya dia solat sbg imam bg jemaah"
Kataku: " Ya Rasulullah abu nakasr seorg yg lemah hati dn semasa membaca A-Quran dia sering menangis"
Tetapi Rasulullah saw tetap mahukan abu bakar mengimamkan para jemaah" (walaupon sedar bhw abu bakar seorg yg kuat menangis)
(hadis riwayat Tarmizi, Ahmad & Abu Daud)
dr sini kite pon dpt phm bhw dlm solat boleh menangis kalau tk berkata2. bagusnyer abu bakar..lembut hatinya. mudah-mudahan, satu ari nanti insyaAllah ana dpt memahaminyer...so.. got to work extra hard finish reading the quran.

Sunday, October 23, 2005

Kapan Engkau Datang?

Kapan Engkau Datang?
Publikasi: 14/05/2004 16:03 WIB
Assalammu'alaikum Wr. Wb....

Apakabar calon suamiku? Bagaimana keadaanmu sekarang ini? Aku berharap di manapun kau berada, kebahagiaan serta rahmatNya selalu menyertaimu.

Calon suamiku, ...

Di mana Engkau sekarang? Aku selalu setia menantimu, pun saat usiaku jelang duapuluh lima tahun. Setiap usai shalat aku berharap pada Yang Kuasa untuk mengakhiri penantianku ini. Setiap malam, aku selalu menanti pagi, akankah engkau segera datang menjumpai. Mengajakku meniti jalan ilahi untuk mengayuh hidup menguatkan tekad untuk terus menjalankan titahNya juga Sunnah RasulNya.

Wahai calon suamiku, ...

Apa yang beratkan langkahmu untuk menjumpaiku? Apa yang sedang kau lakukan sekarang ini? Mencari rupiah demi rupiah sebagai ongkos agar kita dapat mengayuh bahtera itu bersama? Berapa besar ongkos itu? Berapa jumlah rupiah yang akan engkau cari? Bahtera seperti apa yang ingin kau tumpangi? Ekonomi, standar, atau eksekutif?

Tak soal buatku, bahtera apa yang akan kita kayuh, toh yang penting untukku kita akan menjalani semua itu dengan keikhlasan yang amat sangat. Tak perlu risaukan berapa rupiah yang kau miliki saat ini. Berapapun jumlahnya, aku selalu akan menerimamu. Asal rupiah yang kau dapatkan bukan dari jalan tak kau ketahui dari mana asalnya.

Wahai calon suamiku, ...

Apa yang sedang kau lakukan hingga kau menunda untuk bertemu dengan ku? Apakah ada amanah lain yang harus kau tunaikan? Seberat apa amanah itu? Aku ingin mendampingimu. Menemanimu menunaikan amanah itu bersama-sama.

Calon suamiku yang selalu ku nanti,...

Di mana kau sekarang? Apa yang kau lakukan saat ini? Aku selalu memudahkan langkahmu untuk mencapai cita-cita dan asa yang kau inginkan. Allah punya rencana untuk menunda mempertemukan kita sekarang ini karena Ia sedang mempersiapkan kita untuk menghusung amanah yang jauh lebih berat. Ia ingin kita lebih matang merenda hari esok seperti yang kita harapkan nantinya.

Calon suamiku,...

Siapapun yang Allah berikan untuk mendampingi hidupku, Aku akan selalu menantimu. Aku percaya Allah Yang Terkasih punya rencana yang terbaik untuk menyusun rencana hidupku juga hidupmu.

Calon suamiku,...

Kapan engkau datang? Aku akan tetap setia menantimu.

Dari ku yang merindukanmu

sebuah catatan menjelang usia 25

website: http://www.eramuslim.com/ar/mm/45/10352,1,v.html

Tuesday, October 18, 2005

What Is Your Objective in Ramadan?

What Is Your Objective in Ramadan?


Image hosted by Photobucket.com

By Ali Al-Halawani*


For one’s life to be meaningful, it has to have a goal that is worked toward or striven for. If one leads all of one’s life without a goal to be achieved or an end to be reached, all of one’s life goes with the wind. This is true of all people, Muslims and non-Muslims alike. But for a Muslim, this issue has much more value, as the end-goal is to attain Allah’s pleasure and to be granted admission to Paradise in the Hereafter.

Based on this, true Muslims should have an objective for both their whole life and their individual deeds during every minute that they stay on earth.

No one can deny the fact that Allah designed and subjugated the creation in order for man to fulfill the objective he was originally created for, which can be seen in Allah’s saying in His Ever-Glorious Qur’an:

[And I (Allah) created not the jinn and mankind except that they should worship Me (Alone). I seek not any provision from them (i.e. provision for themselves or for My creatures) nor do I ask that they should feed Me (i.e. feed themselves or My creatures).] (Adh-Dhariyat 51:56-57)

In addition, Allah Almighty gives man one chance after another to come back to Him and seek the straight path. As for Muslims, Allah gave them the month of Ramadan as a great opportunity to increase their potential good deeds and decrease their sinful ones, to help them attain Paradise in the Hereafter. Ramadan is the month where the reward for good deeds is multiplied manyfold by the grace of Allah. Thus, it is a real opportunity to overcome the obstacles of life and the malicious schemes of Satan.

Set a goal for yourself in Ramadan which you will do your best to achieve. Let that goal be to save yourself from Hellfire and to enjoy Allah’s pleasure and salvation during that noble month.

In order for you to achieve that lofty goal, you will have to stop with yourself at some important stations. These stations go as follows:

With Fasting

Let your objective this Ramadan be that you abstain from all that is prohibited for you by Allah. So do not cheat or lie or backbite or usurp others’ properties or gaze at what Allah has prohibited (the opposite sex). It is well-known that fasting is of three degrees:

1. Abstaining from food, drink, and intimate intercourse.

2. Keeping your ears, eyes, tongue, hands, and feet, and all other bodily organs free from sins.

3. Avoiding occupying your heart with unworthy concerns and worldly thoughts, and upholding nothing in your heart but Allah the Almighty.

So, what holds you back from drawing nearer to Allah and being one of those very few people who observe fasting of that third and special degree?

With Standing in the Night in Prayer

Have an objective this Ramadan to perform a minimum of eight rak`ahs in Prayer after `Isha’ and before Fajr in addition to Shaf` and Witr. Do not let anything prevent you from performing these precious rak`ahs every night in Ramadan. The Prophet (peace and blessings be upon him) is reported to have said the following:

It is highly recommended for you to observe Qiyam al-Layl (Night Prayer), for it was the practice of your righteous predecessors. Qiyam al-Layl brings you closer to your Lord, atones for your sins, drives disease from your body, and stops transgression. (Al-Bukhari and Muslim)


With the Qur’an

Be keen on finishing reading the whole Qur’an at least once during the month of Ramadan. Recite at least one of its 30 parts every day. What if you are not that good at reading the Qur’an? You should not despair or be disappointed, for there is still a chance for you to gain reward from Allah. This can be achieved by listening directly to one who has better recitation, listening to a recording, or listening to a radio station. Spending your time listening to Qur’anic recitation is also good and rewarding.

With Ties of Kinship

During Ramadan, you should be keener on being connected with your family and relatives, especially those whom the vicissitudes of life prevent continual communication with. Spend some money on getting reconnected with them. You may assign, let us say, $10 for this purpose. Imagine, this tiny sum of money could bring you together with all your relatives! It will also bring you nearer to Allah the Almighty.

Also, in so doing, try to remember the hadith in which Abu Hurairah (may Allah be pleased with him) reported that a person said this:

“Allah’s Messenger, I have relatives with whom I try to have a close relationship, but they sever (this relation). I treat them well, but they treat me ill. I am sweet to them but they are harsh towards me.” Upon this he (the Prophet) said, “If it is so as you say, then you in fact throw hot ashes (upon their faces) and there would always remain with you on behalf of Allah (an angel to support you) who would keep you dominant over them so long as you adhere to this (path of righteousness).” (Muslim)

With Charity

Let there be a charity that you give to in Allah’s cause every day in Ramadan. The reward for charity and all other good deeds is multiplied manyfold in Ramadan. This is one of the blessings of this auspicious month. The Prophet (peace and blessings be upon him) is reported to have said, “Give out charity, for it guarantees your salvation from Hellfire” (At-Tabarani). However, what if you do not know one or it is not that easy for you to access a charity every day? You could try to gather and combine your charity every 10 days, for example, and then give it out at once.

With Dhikr (Remembrance of Allah)

Keep your tongue wet with the continuous remembrance of Allah. Remembrance of Allah is one of the best kinds of worship that is due for Allah, as well as one of the easiest kinds of worship for those for whom Allah makes it easy. The story of Hudair, one of the Prophet’s Companions who was persistent in remembering Allah during one of the great battles of early Islam, is a good example of the reward Allah Almighty has set for those who remember Him very frequently. It is reported that the Prophet (peace and blessings be upon him) forgot to give Hudair his provision for the journey, but the remembrance of Allah removed his need for food for several days, till the Angel Jibreel descended to inform the Prophet (peace and blessings be upon him) about his case. The Prophet sent another companion after Hudair carrying the necessary provision for him.

With Supplication

A true Muslim should be keen on using “the believer’s weapon,” du`aa’ (supplication to Allah), in every situation. This is true of every situation that occurs for a Muslim in daily life. During fasting, stick to making du`aa’, because in this state you are nearer to Allah and your supplications are more likely to be accepted. Thus, you should make du`aa’ to Allah all the time and not forget that Allah responds to the invocations of the supplicant when he or she calls on Him sincerely from the heart. Allah says in His Ever-Glorious Qur’an:

[And when My slaves ask you (O Muhammad—peace be upon him) concerning Me then (answer them) I am indeed near (to them by My knowledge). I respond to the invocations of the supplicant when he calls on Me (without any mediator or intercessor). So let them obey Me and believe in Me, so that they may be led aright.] (Al-Baqarah 2:186)

Finally, let your other objective in Ramadan be to set your head free from things that can take you to Hellfire, by doing all the aforementioned things; they are so easy for those for whom Allah makes them easy.


--------------------------------------------------------------------------------

* Ali Al-Halawani is a Ph.D. Student, the managing editor of the Shari`ah Department (English), and Assistant to the Editor-in-Chief of the English IslamOnline Web site. He graduated from Al-Azhar University and got his MA in religious translation from the Faculty of Al-Alsun (Languages), Al-Minia University. He writes occasionally for Islamonline.net.

Monday, October 17, 2005

Di Mana Cantiknya Seorang Muslimah?





Mungkin pada sepasang matanya yang hening yang selalu
menjeling tajam atau yang kadang kala malu-malu
memberikan kerlingan manja. Boleh jadi pada bibirnya
yang tak jemu-jemu menyerlahkan senyuman manis, atau
yang sekali-sekala memberikan kucupan mesra di dahi
umi juga, ayah, suami dan pipi munggil anak-anak. Atau
mungkin juga pada hilai tawanya yang gemersik dan
suara manjanya yang boleh melembut sekaligus
melembutkan perasaan. Sejuta perkataan belum cukup
untuk menceritakan kecantikan perempuan. Sejuta malah
berjuta-juta kali ganda perkataan pun masih belum
cukup untuk mendefinisikan tentang keindahan
perempuan.

Kitalah perempuan itu. Panjatkan kesyukuran kehadrat
Tuhan kerana menjadikan kita perempuan dan memberikan
keindahan-keindahan itu. Namun, betapa pun dijaga,
dipelihara, dibelai dan ditatap di hadapan cermin
saban waktu, tiba masanya segalanya akan pergi jua.
Wajah akan suram, mata akan kelam.

Satu sahaja yang tidak akan dimamah usia, sifat
keperempuanan yang dipupuk dengan iman dan ibadah.

Anda ingin lebih cantik dan menarik ???

# Jadikanlah Ghadhdul Bashar (menundukkan pandangan)
sebagai "hiasan mata" anda, nescaya akan semakin
bening dan jernih
.

# Oleskan "lipstik kejujuran" pada bibir anda, nescaya
akan semakin manis.

# Gunakanlah "pemerah pipi" anda dengan kosmetik yang
terbuat dari rasa malu yang dibuat dari salon Iman.


# Pakailah "sabun Istighfar" yang menghilangkan semua
dosa dan kesalahan yang anda lakukan.

# Rawatlah rambut anda dengan "Selendang Islami" yang
akan menghilangkan kelemumur pandangan lelaki yang
merbahayakan.


# Hiasilah kedua tangan anda dengan gelang Tawadhu'
dan jari-jari anda dengan cincin Ukhuwwah.

# Sebaik-baiknya kalung anda adalah kalung "kesucian".

# Bedaklah wajah anda dengan "air Wudhu" nescaya akan
bercahaya di akhirat.

Friday, October 14, 2005

Strezzz

Ya Allah.. Strezzznyerrrr.... mcm ana kerja jaga satu kompany gitu........................................................................ tk tau lah leh cope ke tk..............................................................................

Thursday, October 13, 2005

IBNU SINA - Bapa Kedoktoran Dunia

IBNU SINA - Bapa Kedoktoran Dunia


Abu Ali al Husain ibn Abdallah ibn Sina adalah nama lengkap Ibnu
Sina, yang lebih dikenal sebagai "Aviciena" oleh masyarakat barat.
Dia adalah salah seorang tokoh terbesar sepanjang zaman, seorang
genius yang mahir dalam berbagai cabang ilmu. Dia lah pembuat
ensiklopedi terkemuka dan pakar dalam bidang Kedokteran, Filsafat,
Logika, Matematika, Astronomi, musik, dan puisi.

Ibnu Sina dilahirkan pada tahun 980 M / 370 H di Afshinah, sebuah
desa kecil tempat asal ibunya, di dekat Bukhara. Ayahnya, Abdullah,
adalah seorang Gubernur Samanite yang kemudian ditugaskan di
Bukhara. Sejak kecil ia telah memperlihatkan intelegensinya yang
cemerlang dan kemajuan yang luar biasa dalam menerima pendidikan, ia
telah hafal al-Qur'an pada usia 10 tahun.


Nama Ibnu Sina semakin melonjak tatkala ia mampu menyembuhkan
penyakit raja Bukhara, Nooh ibnu Mansoor. Saat itu ia baru berusia
17 tahun. Sebagai penghargaan, sang raja meminta Ibnu Sina menetap
di istana, setidaknya sementara selama sang raja dalam proses
penyembuhan. Namun Ibnu Sina menolaknya dengan halus. Sebagai
imbalan ia hanya meminta izin untuk menggunakan perpustakaan
kerajaan yang kuno dan antik. Tujuannya adalah mencari berbagai
referensi dasar untuk menambah ilmunya agar lebih luas dan
berkembang. Kemampuan ibnu Sina yang cepat menyerap berbagai cabang
ilmu pengetahuan membuatnya menguasai berbagai macam materi
intelektual dari perpustakaan Kerajaan pada usia 21.


Setelah ayahnya wafat, ia meninggalkan Bukhara karena gangguan
politik dan pergi ke kota Gorgan, yang tekenal dengan kebudayaannya
yang tinggi. Dia diundang dengan tulus oleh Raja Khawarizm,
pelindung besar kebudayaan dan pendidikan. Di Gorgan ia membuka
praktek dokter, bergerak dalam bidang pendidikan, dan menulis buku.
Setelah itu, Ibnu Sina melanjutkan lagi perjalannya, antara lain ke
Kota Ravy dan Kota Hamadan.

Sampai kini ilmunya yang ditulis dalam buku "Al Qanun Fi al-Tib"
tetap menjadi dasar bagi perkembangan ilmu kedokteran dan pengobatan
dunia. Karena itu Ibnu Sina menjadi bagian tak terpisahkan dari
perkembangan ilmu kedokteran dunia. Bukunya "Al
Qanun" "diterjemahkan" menjadi "The Cannon" oleh pihak Barat, yang
kemudian menjadi rujukan banyak ilmuwan abad pertengahan. Buku itu
diantaranya berisi eksiklopedia dengan jumlah jutaan item tentang
pengobatan dan obat-obatan. Bahkan diperkenalkan penyembuhan secara
sistematis dan dijadikan rujukan selama tujuh abad kemudian (sampai
abad ke-17).

Ibnu Sina meninggal pada tahun 1073, saat kembali di kota yang
disukainya, Hamadan. Walau ia sudah meninggal, namun berbagai
ilmunya sangat berguna dan digunakan untuk menyembuhkan berbagai
penyakit yang kini diderita umat manusia.



~ORANG ASING~


Orang yang asing itu, bukan orang asing yang datang dari Syam ataupun Yaman

Tapi yang asing itu adalah 'liang lahat' dan 'kain kafan'

Orang yang asing itu punya hak atas kererasingannya

Atas mereka yang tinggal di negeri-negeri dan rumah


Janganlah menghardik orang asing di tengah keterasingannya

Zaman menghardiknya dengan kehinaan dan berbagai macam ujian


Perjalananku jauh sementara bekalku belum cukup

Kekuatanku semakin melemah, sementara maut senantiasa mencariku

Dan aku masih memiliki sisa-sisa dosaku yang tidak aku ketahui

Allah lah yang mengetahui dosa-dosa, yang tersembunyi dan yang nyata



Alangkah bijaksananya Allah terhadapku, sedangkan aku menyia-nyiakan diriku sendiri

Aku terus-menerus berbuat dosa, sementara Dia senantiasa menutupi (dosa-dosa)ku

Aku sugguh-sungguh telah menutup pintu agar bebas berbuat maksiat

Padahal mata Allah melihatku


Ketergelinciran yang kucatat dalam kelalaian telah pergi

Alangkah meruginya! Seandainya ia kekal dalam hati, pasti akan membakarku

Monday, October 10, 2005

memikir pjg

Assalamualaikum...
Segala pujian bagi Allah... Ya Allah aku sgt bersyukur krn dpt bertemu dgn bln yg penuh barokah, marghfiroh dan kemuliaan. Ya Allah bantunilah aku menjalani ibadah puasa dgn penuh ikhlas dan tawadhu'..jgnlah aku malas dan lalai. Ya Allah..pertemukan aku dgn lailatuk qadar.. Smg selepas bln ini dpt lah aku jadi org yg lbh baik drpd semlm... Smg aku dpt beristiqomah.. Mmg susah bagi hambamu ini.. tapi satu ujian bgku tanda kasihMu..
Selawat dan salam ke atas Nabi yg ummi..yg terpilih...yg memberi syafaat kpd ummatnya... dan keselamtan juga ke atas keluarganya dan sahabat2nya.

bagaimana masa dpnku? cerah tau tidak? mmglah satu impian dan cita2ku utk memasuki Pergas, mengambil dip. Fikir2 balik.. mungkin susah utk layak memasukinya dan yurannyer pon mahal.masa 3 tahun ni kenalah cari duit.. tkkan lah nk hrp bapak ana jer. brlumba-lumba mengejar ilmu yg bermanfaat... byk yg ana harus tahu... terlalu byk. ana harus beriktikad tuk berkerja keras. demi ilmu Allah.

Sunday, September 11, 2005

Image hosted by Photobucket.com

Apabila si gadis dipuji dengan kata-kata, "you ni cantiklah", maka akan menguntumlah sebutir senyuman dibibirnya dan berbungalah hatinya. Tersipu-sipulah ia. Ah... siapa yang tidak seronok bila dikatakan cantik, lawa dan menawan?Begitulah resam manusia, seronok bila dipuji kecewa bila dikeji. Tetapi lain halnya bagi si mukmin yang merasa dirinya miskin dengan Tuhannya. Terasa kerdil tatkala berhadapan dengan pujian dan sanjungan manusia.

Wanita yang cantik selalu ditimpa 'perasan' kerana sedar dirinya punya kelebihan. Kata orang, wanita cantik banyak mahunya. Diri rasa bangga, seisi dunia mahu digenggamnya. Kalau ia seorang gadis dirinya sanggup menjadi tukaran dengan wang yang beribu. Ada pula yang rela menjadi andartu. Hidup liar bak merpati, senang didekat dan ditangkap lari. Jika ia seorang isteri yang sedar dan bangga dengan kecantikkannya maka suamilah yang menjadi mangsa. Si suami selalu melutut dan kalah dengan kehendak dan karenahnya. Lebih malang jika si suami pula suka akan kecantikan isterinya. Ia menyayangi isteri atas dasar kecantikannya. Jadilah suami laksana lembu yang dicucuk hidungnya. Ke mana diarah di situlah perginya, alangkah dayusnya dia. Si isteri yang cantik rupawan akan merajuk dan meragam seandai kemahuannya tidak tercapai, mengugut, merajuk hendak balik kampung atau minta cerai.

Alangkah indahnya jika si isteri tadi, kecantikannya digunakan untuk meniup semangat jihad ke lubuk hati suaminya. Ketahuilah, keutamaan dan nilai diri seorang wanita sama ada cantik atau tidak adalah pada akhlaknya. Kalau ia seorang isteri, ketaatannya pada suami adalah akhlak yang indah. Wanita yang cantik tetapi tidak berbudi pekerti tinggi, lebih-lebih lagi isteri yang cantik yang derhaka pada suami adalah ibarat bunga raya. Cantik warnanya harumnya tiada. Sebaliknya wanita yang tidak cantik tetapi berakhlak mulia, taat suaminya, sentiasa mencari keredhaanNya, ibarat bunga cempaka. Tiada rupa tetapi harumnya memikat jiwa. Antara bunga raya dan bunga cempaka pastilah cempaka diminati orang. Kasihan si bunga raya, tidak dijual atau dipakai orang. Ibarat gadis murahan yang mempertontonkan kecantikan. Konon nanti ada yang berkenan tetapi tidak sedar diri jadi mainan.

Wanita yang tidak cantik pula jika tidak berakhlak akan meyakitkan hati dan mata. Ibarat bunga yang tidak cantik tidak pula harum dan wangi. Maka tiadalah apa-apa tarikan dan keindahan padanya. Usah bangga dan usah pula risau akan paras rupa untuk merebut kasih sayang manusia. Tetapi marilah berlumba-lumba untuk menjadi wanita yang bertaqwa dan berakhlak mulia. Sesungguhnya Allah swt Maha Adil... Nescaya disayangi Allah serta makhluk- makhlukNya.

Seharusnya diri yang dikurniakan Allah dengan nikmat kecantikan sentiasa resah jiwanya. Bukan kerana takut luput kurniaan itu dari dirinya. Bukan jua kerana ada yang iri hati dan mahu menganiayai atau menandingi kejelitaannya. Resah adalah kerana menghitung-hitung pahala- pahala yang tinggal akibat pujian dan sanjungan manusia yang bakal menjerumuskan dirinya ke jurang neraka. Mengira-ngira bagaimana untuk meruntuhkan gunung mazmumah akibat dari kecantikan diri yang dijulang bagaikan mahkota. Apa lagi jika kecantikan itu hidangan setiap insan, cantik indah tetapi hina terdedah. Menjadi mainan nafsu dan syaitan.

Bersyukur dengan segala nikmat Tuhan. Baik buruk,cantik hodoh itu adalah pemberiNya. Yang berwajah cantik atau hodoh sama-sama perlukan persediaan. Akan tiba saatnya jua di mana yang berwajah cantik indah dikerumuni oleh cacing dan ditimbusi tanah di liang lahad yang gelap lagi sunyi. Tatkala itu bersandinglah manusia dengan kematian. Apakah baru di kala itu mahu diucapkan nikmat iman dan Islam itulah sebenar2 nikmat?

Sunday, September 04, 2005




Jangan kerana cinta, kita gugur dari perjuangan, dan jangan kerana cinta juga, prinsip kita menjadi larut dan cair. Cinta tidak semestinya akan berakhir dengan perkahwinan dan perkahwinan juga tidak semestinya akan menoktahkan titik akhir kepada percintaan. Kesetiaan akan mengikat cinta, kecurangan akan meranapkan segala kemanisan cinta.
Sesebuah perkahwinan akan menjadi indah jika cinta terus bersama.....
Alhamdullilah...
Su hrp perasaan cinta tetap kekal dan mekar selapas perkahwinan. InsyaAllah ku laksanakan tanggungjwb ku sbg istri dan ia juga pd suami. Meringankan bebanan suami & menghiburkan hati suamiku. Mangasuh ank2ku hingga menjadi ank yg soleh dan solehah. Maju di bidang duniawi & ukhrowi. Ku cuba mendirikan keluarga sakinah menjadikan rumaku syurgaku, baiti jannati di dunia yg fana ini. Ku lakukan utk mencari keredhoan Allah swt. Sudah pasti ku tk dilepaskan dr ujian dan dugaan tetapi dgn batuanNya, su dpt mengatasi semuanya. InsyaAllah...

Saturday, September 03, 2005

KATA -KATA HIKMAH KHULAFA' AR-RASYIDIN


Orang yang bakhil itu tidak akan terlepas daripada salah satu daripada 4 sifat yang membinasakan iaitu:

1. Ia akan mati dan hartanya akan diambil olehwarisnya, lalu dibelanjakan bukan pada tempatnya atau;

2. hartanya akan diambil secara paksa oleh penguasayang zalim atau;

3. hartanya menjadi rebutan orang-orang jahat dan akandipergunakan untuk kejahatan pula atau;

4. adakalanya harta itu akan dicuri dan dipergunakansecara berfoya-foya pada jalan yang tidak berguna

SAIDINA UMAR AL-KHATTAB RADHIALLAHU ANHU BERKATA:

1. Orang yang banyak ketawa itu kurang wibawanya

2. Orang yang suka menghina orang lain, dia juga akan dihina

3. Orang yang menyintai akhirat, dunia pasti menyertainya

4. Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga

SAIDINA UTHMAN BIN AFFAN RADHIALLAHU ANHU BERKATA:

Antara tanda-tanda orang yang bijaksana itu ialah:

1. Hatinya selalu berniat suci

2. Lidahnya selalu basah dengan zikrullah

3. Kedua matanya menangis kerana penyesalan (terhadapdosa)

4. Segala perkara dihadapaiya dengan sabar dan tabah

5. Mengutamakan kehidupan akhirat daripada kehidupandunia.

SAIDINA ALI KARRAMALLAHU WAJHAH BERKATA:

1. Tiada solat yang sempurna tanpa jiwa yang khusyu'

2. Tiada puasa yang sempurna tanpa mencegah diridaripada perbuatan yang sia-sia

3. Tiada kebaikan bagi pembaca al-Qur'an tanpamengambil pangajaran daripadanya

4. Tiada kebaikan bagi orang yang berilmu tanpamemiliki sifat wara'

5. Tiada kebaikan mengambil teman tanpa salingsayang-menyayangi

6. Nikmat yang paling baik ialah nikmat yang kekal dimiliki

7. Doa yang paling sempurna ialah doa yang dilandasi keikhlasan

8. Barangsiapa yang banyak bicara, maka banyak pulasalahnya, siapa yang banyak salahnya, maka hilanglah harga dirinya, siapa yang hilang harga dirinya,bererti dia tidak wara', sedang orang yang tidak wara'itu bererti hatinya mati

Monday, August 29, 2005

Fitnah??

Assalamualaikum warohmatullah...

Sesungguhnya Allah adalah Pencipta segla makhluk, termasuk manusia, lelaki dan wanita. Bahkan, Dialah yg menciptakan seluruh alam termasuk makhluk yg paling mulia hingga yg paling hina. Selawat dan salam kpd Nabi Muhammad s.a.w yg diberi hak utk memberi syafaat kpd ummat manusia pd hari kiamat kelak.

Mampukah kaum lelaki megelak dr fitnah kaum Hawa(perempuan)?

Bagaimana mungkin kaum lelaki dpt megelak dr fitnah kaum Hawa padahal lelaki sgt menyayangi mereka. Kaum lelaki harus sentiasa bersama kaum Hawa. sama ada ketika senang ataupun ketika berduka.

Ada ketikanya perempuan menjadi separuh kebahagiaan bagi lelaki, manakala di waktu yg lain perempuan yg sama bertukar menjadi racun yg sgt berbisa baginya.

Oleh sebab itulah Nabi s.a.w mengigtkan supaya berhati-hati terhdp fitnah kaum perempuan.

ما تركت فتنة أضر على الرجال من النساء

Pengertian fitnah di dlm bahasa arab byk sekali, antara lain: 'sesat', 'kafir', 'jahat', atau 'membakar dgn api'.

Beberapa Senjata Fitnah Perempuan

-Airmata
-Pandai mengambil hati
-Mendedahkan aurat
-Senyuman
-Tipu Daya
- Tutur kata yg manis
-Gertak dan Ancaman

Isteri yg soleaha adalah tmpt melabur yg pasti menguntungkan krn harganya tetap tinggi sisi Allah, suami dan masyarakat, hingga perempuan ini diibaratkan sbg fitnah...tetapi fitnah apa dan bagaimana ia memfitnah lelaki? Sudah pasti fitnahnya ialah dorongan ke arah yg baik!

Yg kami persoalkan ialah, apakah lelaki yg boleh terselamat dr fitnah perempuan? Lelaki yg kahwin dgn perempuan yg cantik, ia jatuh dlm fitnah kecantikkan dan cemburu, sdgkan sifat cemburu sering mendtgkan akibat yg buruk yg tidak diduga.

Lelaki yg kahwin dgn perempuan yg hodoh dan tidak berepa menarik, akn menimbulkan fitnah yg lain iaitu, besar kemungkinan lelaki itu menyesal memperisterikan isterinya yg hodoh. Kemudian setiap kali ia melihat perempaun yg cantik dan sempurna sifat2nya, setiap itu pula hatinya ingin memilikinya.

Kaum wanita hari ini memiliki kecantikan yg amt mengagumkan tetapi wajah mereka tidak menampakkan sinar iman dan akidah.

Oleh sbb semua itulah maka perlu rasanya kami perigtkan kpd kaum wanita seluruhnya, spy jgn menyebarkan fitnah kpd kaum lelak. Krn akhirnya mereka sendiri pun akn turut menjadi korban fitnah tersebut.

Malu Dlm Belajar

Image hosted by Photobucket.com Jgn pernah malu utk belajar. Belajarlah! tidak peduli laki-laki maupun perempuan. Yang tua, apalagi yg muda. Bila dan di mana pun itu.
Mengapa?
Adalah Mujahid bin Jubair At-Taba'i r.a pernah berkata.
"Org yg pemalu dan org sombong itu tidak mau belajar." Pada kesempatan yg berbeda, Aisyah r.a berkata,
"Sebaik-baik kaum wanita adalah wanita Anshar. Mereka tidak dihalangi oleh rasa malu utk mendalami ilmu agama."

Thursday, August 04, 2005

*~ Lemah-Lembut Rasullah pd Isterinya ~*





Sayidatina 'Aisyah menceritakan,
"Kalau Nabi berada di rumah, beliau selalu membantu urusan rumahtangga. Jika mendengar azan, beliau cepat² berangkat ke masjid & cepat² pula kembali sesudah selesai sembahyang."
Pernah baginda pulang pada waktu pagi. Tentulah baginda amat lapar waktu itu. Tetapi dilihatnya tiada apa pun yang ada untuk sarapan. Yang mentah pun tidak ada kerana Sayidatina 'Aisyah belum ke pasar. Maka Nabi bertanya,
"Belum ada sarapan ya Khumaira?" (Khumaira adalah panggilan mesra untuk Sayidatina 'Aisyah yang bererti 'Wahai yang kemerah²an')
Aisyah menjawab dengan agak serba salah,
"Belum ada apa² wahai Rasulullah."
Rasulullah lantas berkata,
"Jika begitu aku puasa saja hari ini." tanpa sedikit tergambar rasa kesal di wajahnya. Sebaliknya baginda sangat marah tatkala melihat seorang suami memukul isterinya.
Rasulullah menegur,
"Mengapa engkau memukul isterimu?"
Lantas soalan itu dijawab dengan agak gementar,
"Isteriku sangat keras kepala. Sudah diberi nasihat dia tetap degil, jadi aku pukul dia."
"Aku tidak bertanya alasanmu," Sahut Nabi s.a.w.
"Aku menanyakan mengapa engkau memukul teman tidurmu & ibu kepada anak²mu? "
Pernah baginda bersabda,
"Sebaik² lelaki adalah yang paling baik & lemah-lembut terhadap isterinya. "
Prihatin, sabar & tawadhuknya baginda dalam menjadi ketua keluarga langsung tidak sedikitpun menjejaskan kedudukannya sebagai pemimpin umat.

Friday, July 29, 2005

::Aku tinggalkan Cinta kerana Dia::

Aku tinggalkan Cinta kerana Dia

Wahai teman-teman sekalian,
Kisah ini datang dari lubuk hati saya sendiri, apa yang saya rasa dan apa yang saya alami sendiri. Saya tidak bermaksud untuk mengeluh apatah lagi mengingkar apa yang telah Allah swt tetapkan kepada saya dan kita semua orang yang beriman dengan-Nya. Kisah ini saya khabarkan agar apa yang saya lalui tidak berlalu begitu saja tanpa saya kongsi dan tanpa saya rekodkan sebagai panduan bagi diri saya sendiri untuk hari-hari kemudian.
Saya sama seperti orang lain, punya keinginan untuk menyayangi dan disayangi. Walau bagaimanapun, tidak mudah bagi saya untuk jatuh hati pada seorang wanita. Saya tidak mencari seorang wanita untuk dijadikan kekasih, tetapi saya mencari seorang teman pendamping hidup saya hingga ke akhir hayat saya. Seorang yang boleh mengigatkan saya kiranya saya terlupa dan yang paling penting wanita yang amat saya percayai untuk mendidik anak-anak saya kelak dan generasi yang akan lahir daripada keluarga kami nanti. Untuk itu, sejak di bangku sekolah lagi saya telah letakkan beberapa syarat bagi seorang wanita untuk hadir dalam hidup saya dan dialah orangnya.
Dalam masa beberapa bulan saya belajar di sebuah pusat pengajian tinggi di Petaling Jaya, banyak perkara yang telah saya pelajari. Yang paling penting buat saya ialah, bagaimana saya mula mengenali wanita-wanita dalam hidup saya kerana saya sejak dari sekolah rendah belum pernah bergaul secara langsung dengan seorang wanita pun dan saya amat peka terhadapan larangan pergaulan antara lelaki dan wanita kerana saya bersekolah di sebuah sekolah menengah agama lelaki berasrama penuh. Lantaran itu, saya tidak pernah puntya hati untuk memberi cinta atau menerima cinta walaupun peluang itu hadir beberapa kali.
Saya mula mengenali si dia apabila kami sama-sama terpilih untuk mengendalikan sebuah organiasi penting di tempat kami belajar. Ditakdirkan Allah swt, dia menjadi pembantu saya. Dari situlah perkenalan kami bermula. Dia seperti yang telah saya ceritakan, bertudung labuh dan sentiasa mengambil berat tentang auratnya terutama stokin kaki dan tangannya. Itulah perkara pertama yang membuatkan saya tertarik padanya. Dia amat berhati-hati dalam mengatur bibir bicaranya, bersopan-santun dalam mengatur langkahnya, wajah yang sentiasa berseri dengan iman dan senyuman, dan tidak pernah ke mana-mana tanpa berteman. Suaranya amat sukar kedengaran dalam mesyuarat kerana dia hanya bersuara ketika suaranya diperlukan dan tidak sebelum itu. Saya melihat dia sebagai seorang mukminah solehah yang amat menjaga peribadinya dan maruah dirinya. Saya tidak pernah bercakap-cakap dengannya kecuali dia punya teman disisi dan atas urusan rasmi tanpa dipanjang-panjangakan. Saya seorang yang amat kuat bersembang dan sentiasa punya modal untuk berbual-bual seperti kata teman saya, tetapi dengan dia saya menjadi amat pemalu dan amat menjaga. Bagi saya, itulah wajah sebenar seorang wanita solehah. Dia mampu mengigatkan orang lain dengan hanya menjadi dirinya, tanpa perlu berkata-kata walaupun sepatah.
Pada hari terakhir saya di sana, saya punya tugas terakhir yang perlu saya selesaikan sebelum saya melepaskan posisi saya dan semua itu melibatkan dia. Sebaik sahaja semua kerja yang terbang kalai itu siap, saya mengambil peluang untuk berbual-bual deangan dia. Saya bertanya perihal keluarga dan apa yang dia rasa bertugas di samping saya untuk waktu yang amat sekejap itu. Alhamdulillah dia memberikan respon yang baik dan dari situlah saya mengenali dengan lebih dalam siapa sebenarnya pembantu saya ini. Namun, apa yang memang boleh saya nampak dengan jelas, dia amat pemalu dan dia amat kekok semasa bercakap dengan saya. Selepas itu barulah saya tahu, sayalah lelaki pertama yang pernah berbual-bual deangan dia bukan atas urusan rasmi sebegitu. Di situlah saya mula menyimpan perasaan, tapi tidak pernah saya zahirkan sehinggalah saya berada jauh beribu batu daripadanya.
Semasa saya berada di Jordan, saya menghubunginya kembali dan menyatakan hasrat saya secara halus agar dia tidak terkejut. Alhamdulillah, dia menerima dengan baik dan hubungan kami berjalan lancar selama empat bulan sebeluam saya balik bercuti ke Malaysia. Kadang-kadang saya terlalai dalam menjaga hubungan kami dan dialah yang mengingatkan. Dialah yang meminta agar kami mengehadkan mesej-mesej kami agar tidak terlalu kerap. Semua itu menguatkan hubungan kami dan bagi saya dialah teman hidup yang sempurna buat saya. Walau bagaimanapun, sewaktu saya pulang ke Malaysia bulan lepas, ummi dapat menghidu perhubungan kami. Saya tahu ummi tidak berapa suka anak-anaknya bercinta tetapi saya tidak pernah menjangka ummi akan menghalangnya. Tetapi perhitungan saya silap, amat silap. Buat pertama kali, adik perempuan saya memberitahu ummi sudah tahu perihal saya dan ummi tidak suka. Saya tidak pernah menganggapnya sesuatu yang serious sehinggalah ummi bercakap secara peribadi dengan saya pada suatu hari. Saya masih ingat lagi kata-kata ummi yang buat saya tak mampu membalas walau sepatah.
"I haven't found any entry in Islam that permit what you are doing right now. I haven't heard from anyone that love before marriage is permitted. But I know there's no relationship between male and female except for what is very important and official between them. So, may I know what kind of relationship you are having now and I want to hear it from your mouth that it is legal in what you have been learning until now."
"Not a single phrase, nor a word."
"My sweetheart, if you want to bulid a family, a faithful one, you can never bulid it on what Allah has stated as wrong and proven false by the way Rasulullah p.b.u.h has taught us. A happy and blessed family come from Allah, and you don't even have anything to defend it as blessed if the first step you make is by stepping into what He has prohibited. You can't have a happy family if Allah doesn't help you so, and you must know in every family that stands until their dying day, they have Allah on their side. You can't expect Him to help you if you did the wrong step from the very beginning."
Saya tiada kata untuk membalas kerana semuanya benar. Saya tahu kebenaran itu sudah lama dulu, tetapi saya tak mampu untuk melawan kehendak nafsu saya sendiri. Saya akui, saya tertipu dengan apa yang dipanggil Cinta tak pernah membawa kita ke mana, andai cinta itu bukan dalam lingkungan yang Allah redha. Tiada cinta yang Allah benarkan kecuali selepas tali perkahwinan mengikatnya. Itulah apa yang telah saya pelajari lama dahulu dan dari semua kitab Fiqh yang saya baca, tiada satu pun yang menghalalkannya. Saya tahu kebenaran ini sudah lama dahulu, tetapi saya tidak kuat untuk menegakkannya. Saya tidak mampu menundukkan kemahuan hati saya. Dan kata-kata ummi memberikan saya kekuatan untuk bangkit dari kesilapan saya selama ini.
Ummi berkata: "It's not me who want you to make a decision like this, but Allah tells you so."
Saya percaya, itulah yang terbaik baut saya dan dia. Dengan kekautan itulah saya terangkan kepadanya, dan alhamdulillah dia faham. Amat faham. Walaupun air matanya seakan air sungai yang tidak berhenti mengalir, tetapi dia tahu itulah yang terbaik buat kami. Dia meminta maaf kepada ummi kerana menjalinkan hubungan yang tidak sah dengan saya, tetapi ummi memberi syarat, janganlah bimbang. Andai ada jodoh kamu berdua, insyaAllah, Dia akan temukan kamu dalam keadaan yang jauh lebih baik dari sekarang.
Hidup saya sekarang lebih tenang kerana tiada apa yang menggusarkan hati saya lagi. Hidup saya lebih bercakap kembali tentang agama saya dengan lebih bebas tanpa dihantui oleh perasaan berdosa. Bagi saya, dan dia, inilah saat untuk kami muhasabah kembali diri kami dan kami betulkan kembali segala kesilapan yang telah kami buat. Inilah saat untuk kami menjadi seorang ibu dan ayah yang berakhlak mulia dan berperibadi tinggi. Inilah masanya kami insafi kembali keterlanjuran kami dahulu dan memohon moga-moga Allah sudi memaafkan kami.
Sesungguhnya Ya Allah, aku insan yang sangat lemah. Aku tidak mampu melawan godaan syaitan yang tidak pernah jemu, juga hambatan nafsu yang tidak pernah lesu. Ampunilah aku.
Walau bagaimanapun, perpisahan ini hanya untuk sementara. Saya telah berjanji dengan diri saya sendiri dengan diri saya sendiri, dialah yang akan menjadi teman hidup saya nanti. Sesungguhnya pencarian saya untuk seorang calon isteri telah berakhir. Insan seperti dia hanya satu dalam seribu. Mana mungkin saya melepaskan apa yang amat berharga yang pernah hadir dalam hidup saya. InsyaAllah, sekiranya Allah swt panjangkan umur, sebaik sahaja saya tamatkan pengajian saya di sini, saya akan kembali ke Malaysia dan melamarnya untuk menjadi permasuri di hati saya. InsyaAllah, saya akan setia menunggu saat itu, dan saya beruasaha sedaya-upaya saya untuk mengekalkan kesetiaaan saya.
"Sekiranya kita telah bertemu dengan seorang insan yang amat mulia sebagai teman hidup kita, janganlah lepaskannya kerana kita tidak tahu bilakah pula kita akan bertemu deangan insan yang seumpamanya.
Siapakah lagi dalam dunia ini yang menjaga abab berjalan antara lelaki dan perempuan sebagaimana yang ditunjukkan oleh Nabi Musa a.s dan puteri Nabi Syaaib a.s beribu-ribu tahun dahulu?
Mafraq, Jordan

Friday, July 01, 2005

*~Hayatilah~*

Dan solatlah kamu sebelum kamu di solatkan.
Tutuplah auratmu sebelum auratmu ditutup dengan kain kafan yang serba putih.
Pada waktu itu tiada guna lagi bersedih walaupun orang yang hadir itu merintih.
Selepas itu kamu akan diletakkan dia atas lantai, lalu dilaksanakan sholat jenazah dengan empat takbir dan satu salam, beserta fatihah, selawat dan doa sebagai memenuhi tuntutan fardhu kifayah.

Tapi; apakah empat kali takbir itu dapat menebus segala dosa meninggalkan solat sepanjang hidup?
Apakah sholat jenazah yang tanpa rukuk dan sujud,dapat membayar hutang rukuk dan sujud yang telah ditinggalkan?
Sungguh tertipulah dirimu jika beranggapan demikian. Justeru sekelian muslimin dan muslimat,Usunglah dirimu ke tikar solat. Sebelum kamu diusung ke liang lahat, menjadi makanan cacing dan mamahan ulat.

Iringlah dirimu ke masjid, sebelum dirimu diiringi ke pusara.
Tangisilah dosa-dosa mu di dunia, kerana tangisan tidak berguna di alam baqa'.
Sucikanlah dirimu sebelum dirimu disucikan,sedarlah kamu sebelum kamu disedarkan.
Dengan panggilan izrail yang menakutkan,berimanlah kamu sebelum kamu ditalkinkan.
Kerana ianya berguna untuk yang tinggal bukan yang pergi.
Beristighfarlah kamu sebelum kamu diisthighfarkan namun ketika itu ishtighfar tidak menyelamatkan.
Ingatlah di mana sahaja kamu berada kamu tetap memijak bumi Tuhan dan di bumbungi dengan langit Tuhan serta menikmati rezeki Tuhan. Justeru, bila dia menyeru, sambutlah seruannya.
Sebelum dia memanggilmu buat kali terakhirnya.
Ingatlah kamu dulu hanyalah setitis air yang tidak bererti lalu menjadi segumpal darah lalu menjadi seketul daging.
Lalu daging itu membaluti tulang lalu jadilah kamu insan yang mempunyai erti.
Ingatlah asal usulmu yang tidak bernilai itu, tetapi Allah mengangkatmu ke suatu mercu.
Yang lebih agung dari malaikat, lahirmu bukan untuk dunia tetapi gunakanlah ia untuk melayar bahtera akhirat.

Sambutlah seruan `hayyaallahsallah' dengan penuh rela dan bersedia.
Sambutlah seruan `hayyaallahfallah 'jalan kemenangan akhirat dan dunia.
Ingatlah yang kekal ialah amal menjadi bekal sepanjang jalan.
Menjadi teman di perjalanan guna kembali ke pangkuan tuhan.
Pada hari itu tiada berguna harta, takhta dan putera.
Isteri, kad kredit dan kereta. Kondominium, saham dan niaga.
Kalau dahi tidak pernah mencecah sejadah didunia.

Wednesday, June 15, 2005

ALLAH servant cried 4 U

بسم الله الرحمن الرحيم




Oh Allah.. I'm so tired... tired... Oh Allah.. gave me strength and Ur guidence. Who can i can turn to but only U... Oh Allah, my hearts break jus becoz of thinking and waiting for tat guy. And all that was just a dream. Wake me up Oh Allah!!! Bring me back to reality. Lost is where i am. My eyes has seen Ur beauty but my heart wasn't there for U..!! Oh Allah.. where's the love? Why, Oh Allah?? Why that guy whom i love so much and care, don't accept my sincerity? I'm so tired chasing after him. My beloved guy, u were always in my heart. But what i need right now, is to find The Greatest Love of All.. that's Allah. I'm lost without U. Ur love will always grow and stays forever for those who commited to U. Bring closer to U always. I'm Ur servant.

لا اله الله

Saturday, May 21, 2005

Rintihan

Rintihan
Album : Rindu
Munsyid : Hijjaz

Biar berlinangan airmata
Ku takkan hentikannya
Biarkan ia menyembuh luka
Hilanglah rasa duka
Tidak ku termampu merentasi liku-liku
Oh tidak ku mampu menghadapi semua itu
Oh sungguh ku tak upaya
Jangan dibiarkan jerih perih kehidupan
Bisa meleraikan iman
Kan hancur semuanya
Walau menitis airmata darah
Tak bisa merubah segalanya
Melainkan taubat nasuha
Moga kan diterima
Namun ku percaya
Masih ada kesudahannya
Kerana Allah itu
Maha kaya maha mendengar
Rintihan hamba-hambanya
Kerana sesiapa bertaqwa kepadanya
Pasti akan ada
Jalan keluarnya
Rezeki yang tidak disangka-sangka
Cukup Allah baginya
Berkuasa segala-galanya
Terima seadanya

Tiap kali Su mendgr lagu ni, rasa pilu slalu timbul. Ntah nape? Mmg benarlah, kite tk berupaya. Kite slalu bergantung pd Allah. Su sedih. Krn takut tk dpt kasih syg Nya. Su kdg2 tk tahan dgn dugaan tapi dgn doa dan igtkan Allah slalu bersama Su. Inilah buat Su berjuang tanpa kenal penat. Su pikirkan sal keluarga, masa dpn Su. Adakah cerah?? Bersabarlah Su...

Saturday, May 14, 2005

Perkenankanlah Aku MencintaiMu Semampuku

Perkenankanlah Aku MencintaiMu Semampuku

Tuhanku,
Aku masih ingat, saat pertama dulu aku belajar mencintaiMu
Lembar demi lembar kitab kupelajari
Untai demi untai kata para ustadz kuresapi
Tentang cinta para nabi
Tentang kasih para sahabat
Tentang mahabbah para sufi
Tentang kerinduan para syuhada

Lalu kutanam di jiwa dalam-dalam
Kutumbuhkan dalam mimpi-mimpi dan idealisme yang mengawang di awan

Tapi Rabbii,
Berbilang detik, menit, jam, hari, pekan, bulan dan kemudian tahun berlalu
Aku berusaha mencintaiMu dengan cinta yang paling utama, tapi
Aku masih juga tak menemukan cinta tertinggi untukMu
Aku makin merasakan gelisahku membadai
Dalam cita yang mengawang
Sedang kakiku mengambang, tiada menjejak bumi
Hingga aku terhempas dalam jurang
Dan kegelapan


Wahai Ilahi,
Kemudian berbilang detik, menit, jam, hari, pekan, bulan dan tahun berlalu
Aku mencoba merangkak, menggapai permukaan bumi dan menegakkan jiwaku kembali
Menatap, memohon dan menghibaMu:
Allahu Rahiim, Ilaahi Rabbii,
Perkenankanlah aku mencintaiMu,
Semampuku
Allahu Rahmaan, Ilaahi Rabii
Perkenankanlah aku mencintaiMu
Sebisaku
Dengan segala kelemahanku

Ilaahi,
Aku tak sanggup mencintaiMu
Dengan kesabaran menanggung derita
Umpama Nabi Ayyub, Musa, Isa hingga Al musthafa
Karena itu izinkan aku mencintaiMu
Melalui keluh kesah pengaduanku padaMu
Atas derita batin dan jasadku
Atas sakit dan ketakutanku

Rabbii,
Aku tak sanggup mencintaiMu seperti Abu bakar, yang menyedekahkan seluruh hartanya dan hanya meninggalkan Engkau dan RasulMu bagi diri dan keluarga. Atau layaknya Umar yang menyerahkan separo harta demi jihad. Atau Utsman yang menyerahkan 1000 ekor kuda untuk syiarkan dienMu. Izinkan aku mencintaiMu, melalui seratus-dua ratus perak yang terulur pada tangan-tangan kecil di perempatan jalan, pada wanita-wanita tua yang menadahkan tangan di pojok-pojok jembatan. Pada makanan–makanan sederhana yang terkirim ke handai taulan.

Ilaahi, aku tak sanggup mencintaiMu dengan khusyuknya shalat salah seorang shahabat NabiMu hingga tiada terasa anak panah musuh terhunjam di kakinya. Karena itu Ya Allah, perkenankanlah aku tertatih menggapai cintaMu, dalam shalat yang cuba kudirikan terbata-bata, meski ingatan kadang melayang ke berbagai permasalahan dunia.

Robbii, aku tak dapat beribadah ala para sufi dan rahib, yang membaktikan seluruh malamnya untuk bercinta denganMu. Maka izinkanlah aku untuk mencintaimu dalam satu-dua rekaat lailku. Dalam satu dua sunnah nafilahMu. Dalam desah napas kepasrahan tidurku.

Yaa, Maha Rahmaan,
Aku tak sanggup mencintaiMu bagai para al hafidz dan hafidzah, yang menuntaskan kalamMu dalam satu putaran malam. Perkenankanlah aku mencintaiMu, melalui selembar dua lembar tilawah harianku. Lewat lantunan seayat dua ayat hafalanku.

Yaa Rahiim
Aku tak sanggup mencintaiMu semisal Sumayyah, yang mempersembahkan jiwa demi tegaknya DinMu. Seandai para syuhada, yang menjual dirinya dalam jihadnya bagiMu. Maka perkenankanlah aku mencintaiMu dengan mempersembahkan sedikit bakti dan pengorbanan untuk dakwahMu. Maka izinkanlah aku mencintaiMu dengan sedikit pengajaran bagi tumbuhnya generasi baru.

Allahu Kariim, aku tak sanggup mencintaiMu di atas segalanya, bagai Ibrahim yang rela tinggalkan putra dan zaujahnya, dan patuh mengorbankan pemuda biji matanya. Maka izinkanlah aku mencintaiMu di dalam segalanya. Izinkan aku mencintaiMu dengan mencintai keluargaku, dengan mencintai sahabat-sahabatku, dengan mencintai manusia dan alam semesta.

Allaahu Rahmaanurrahiim, Ilaahi Rabbii
Perkenankanlah aku mencintaiMu semampuku. Agar cinta itu mengalun dalam jiwa. Agar cinta ini mengalir di sepanjang nadiku.